Makineksis.com, KUTAI TIMUR - Memasuki masa kepemimpinannya untuk masa 2 priodenya, Bupati Kabupaten Kutai Timur (Kutim), drs H Ardiansyah Sulaiman, M.Si senantiasa memaknai berbagai agenda religi bernuansa islami
H Ardiansyah Sulaiman selain amanah memimpin kabupatennya, memiliki kelebihan "bakat" dalam berdakwah si'ar sekaligus bergelar ustad.
Keterangan fofo : Pada tausiahnya, ustad H Ardiansyah Sulaiman selaon imbau teladani Nabi Muhammad Saw tingkatkan iman dan taqwa
Maka pada puncak peringatan Isra Mikraj, di Masjid, Al - Ikhlas,
gang Komando Kecamatan Sangatta Utara Kabupaten Kutai Timur, bupati H Ardiansyah Sulaiman memberikan tausiahnya di hadapan segenap jemaah yang hadir.
Dalam isi, dakwahnya ustad H Ardiansyah Sulaiman mengajak umat muslim dalam maknai perhelatan Isra Mikraj, bulan Rajab tingkatkan performa kualitas ibadah, terutama dalam mejalankan shalat 5 waktu dengan khusuk atas perintah - Nya, Allah Swt.
"Bulab rajab merupakan satu bulan yang dimuliakan Allah, SWT. Untuk itulah mari kita bersama perbanyak beramal, berbuat kebaikan antar sesama, perbanyak mendekatkan diri kepada Allah SWT," pintanya dalam dakwah yang langsung diamiinkan jemaah masjid, Al-Ikhlas, Gang Komando.
Keterangan foto : Isra Mikraj sarana pererat silaturahmi antara Bupati, H Ardiansyah Sulaiman dan masyarakatnya beragama muslim
Orang nomor satunya di gedung Pemkab Kutim, tersebut menegaskan, peringatan Isra Mikraj tidak sebatas mengenang perjalanan sejarah religi mulai yang dilakukan oleh baginda besar nabi, kita yakni Muhammad SAW," ucap ustad H Ardiansyah
Ustad H Ardiansyah mengungkapkan, justru dari kisah nabi Muhammad SAW, itulah menjadi sarana refleksi, evalusi dalam peningkatan keimanan dan ketaqwaan.
"Meneladani, Nabi Muhammad SAW, dapat membekali akhlak, yang terus memberikan spirit senantiasa menjalankan ibadah sebagai tiang pondasi atau kunci utama dalam menjalani sendi-sendi, norma - norma agama berkehidupan," jelasnya lagi
Dirinya menjelaskan umat muslim di Kutim jangan sampai lalai meninggalkan shalat, karena shalat adalah wahyu yang diturunkan, sebagai perintah-Nya, Allah Swt kepada Nabi Muhammad Saw saat melakukan perjalanan dalam alkisah Isra Mikraj. "Senantiasa kumandangkan shalawat kepada jujungan Nabi Besar, Muhammad Saw, inshaallah mendapatkan syafaat hingga di saat yang dijanjikan tiba yakni hari berakhirnya kehidupan di dunia dan dimulainya kehidupan di akhirat. Bersamaan dengan itupula, datanglah Hari di mana amal manusia diperhitungkan atau dengan kata lain Yaumul Hisab," tutup H Ardiansyah Sulaiman.(aji/rin)
Tulis Komentar